Pria ‘Loyo’ Ketika Bercinta

love7Disfungsi ereksi merupakan salah satu jenis gangguan seksual pada pria atau Pria ‘Loyo’ ketika bercinta.  Gangguan yang dikenal dengan impotensi ini membuat pria tidak memiliki kemampuan mempertahankan ereksi selama berhubungan seks.

Penyebabnya bisa bersifat psikis atau organis. Psikis biasanya dilatarbelakangi faktor jenuh, jengkel, kecewa, hilangnya daya tarik terhadap pasangan, trauma seksual, hingga rasa takut gagal akibat kurangnya rasa percaya diri.

Sedangkan organis terkait penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, hiperkolesterol, pasca-operasi prostat dan penyempitan pembuluh darah. Faktor usia juga dapat mempengaruhi risiko impotensi.

Sejumlah temuan mengungkap, mayoritas penderita impotensi pada usia produktif dipicu faktor psikis. Sementara penderita usia 50 tahun ke atas memiliki kecenderungan mengalami impotensi akibat faktor penyakit degeneratif.

Bagi para penderita, impotensi adalah masalah sangat sensitif. Jika pasangan Anda mengalami, jangan gegabah memberi komentar. Sebagai pasangan yang baik, Anda harus pandai memilih kalimat untuk memberi semangat dan meningkatkan rasa percaya diri. Seperti kalimat-kalimat berikut.

1. “Aku tahu kau pasangan yang hebat. Kau membuatku bahagia sepanjang waktu.”
Bantu dia meningkatkan rasa percaya diri dengan kalimat ini. Berikan dia sedikit keyakinan bahwa dia bukan bencana sepanjang waktu. Membuatnya kembali percaya diri akan meningkatkan harga dirinya, karena kebanyakan pria menganggap dirinya tak berharga jika menderita impotensi.

2. “Jangan khawatir, sayang. Ini terjadi pada semua orang.”
Kalimat ini mungkin saja membuatnya bertanya-tanya dan mencurigai Anda telah melakukan hubungan seksual dengan sejumlah pria. Tapi setidaknya, kalimat ini membuatnya merasa bukan satu-satunya laki-laki sial di planet ini.

3. “Aku akan membantumu untuk menyentuhnya, karena aku menyukainya.”
Berikan sentuhan lembut pada area intimnya. Dengan cara ini, ia mungkin berpikir Anda sedang mencoba membantunya untuk meraih kenikmatan bersama. Harapannya, perasaan bersalah dan kegagalan bisa pergi dengan perlahan.

4. “Terkadang itu juga terjadi pada wanita.”
Para pria mungkin tidak menyadari masalah itu juga bisa terjadi pada wanita. Membiarkan pria menyadarai bahwa hal itu manusiawi akan membantu meringankan pikirannya.

5. “Jika ada sesuatu yang ingin kau bicarakan, biarkan aku tahu.”
Dengan kalimat ini, Anda seolah menawarkan diri untuk membantu mengatasi masalah yang sedang dihadapinya. Namun, pilihan kalimat ini agak berisiko karena bisa saja dia merasa Anda kecewa dengan kondisinya. Berhati-hati kapan dan bagaimana Anda bertanya. Yang terpenting, perjelas bahwa Anda tidak marah padanya, frustrasi atau mengejek atas kondisinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s