Abang Penjual Es Degan

Sudah seminggu saya tidak bisa terhubung dengan internet gara-gara “Penyakit Klasik”, Laptop saya kena VIRUS. Lha kok lama? yah… karna temen saya di kantor, yg notabene satu-satunya tenaga IT di kantor saya lagi sibuk menangani IT utk keperluan corporate, setalah itu terbentur dengan Liburan yg kena hari raya NYEPI kemarin (tanggal 16-Maret-2010). Jadilah akhirnya tadi pagi berkutat mengerjakan itu. Buntut-buntutnya, saya harus format laptop saya utk install ulang windows. Selanjutnya mencari keperluan setting LAN dan sekalian menambah 1 jaringan baru utk temen saya di Reception.

Selesai belanja tadi siang, iseng saya pergi ke Renon Denpasar untuk makan siang di kakilima yang menawarkan menu nasi putih dalam kemasan dibungkus daun pisang, ditambah lauk nya yang juga dalam kemasan serba dibungkus daun pisang, ada lawar bali, sate, serapah, dan kuah jukut udus. Asli masakan Bali.

Tinggal pilih minumnya, bisa pilih air kemasan dengan harga lima ratusan rupiah, ataues degan yang ada di sebelah penjual nasi. Oh ya, cara menjual nasi ini juga cukup unik, dengan sebuah keranjang yang diikat di belakang sepeda motor, di dalamnya berisi bungusan-bungkusan pernak-pernik nasi dan auknya yang dijual tadi.

Selesai makan siang, saya minum es degan, dan ngobrol dengan penjual es degan.

Saya             : Sudah lama pak jualan es degan?
Penjual Es  : Iya pak, sudah lama. tapi sekarang sudah mulai susah nyari kelapa mudanya pak…, Ini saja, saya membei di pasar Kreneng jam 24.00 pak.., sebab kalau terlambat, ga dapat belinya.
Saya             : Berapa pak beli sebiji?
Penjual Es  : Lima Ribu Rupiah pak. Ini memang agak lebih mahal, sebab kelapa muda ini dari Bangli. Kalau dari Negara (maksudnya: Jembrana) bisa lebih murah dikit, tapi kalau daging kelapanya kurang lembut. Beda dengan yang ini.
Saya             : Memang beda sekali ya, pak?
Penjual Es  : Iya pak, memang beda. Dengan kelapa jenis ini, saya bsa lebih untung daripada kelapa jenis Negara/Jembrana. Apalagi sekarang musim panas seperti ini. Lumayan lah saya dapat jualan.
Saya             : Kalau begitu, enakan begadang aja di pasar Kreneng, trus saat penjual kelapa muda datang dari Bangli, pak beli aja semuanya, lalu ketika penjual-penjual es degan datang membeli kelapa muda, pak jual lagi dan cari untuk barang seribu rupiah per biji nya. Kan lumayan pak….
Penjual Es  : Maunya begitu pak, tapi ga ada modal. Banyak pemberi modal itu mengira kalau dagang es degan seperti saya ini tidak bakal bisa membayar kredit, padahal sesuai pengalaman saya, justru dengan berjualan es degan ini saya bisa membayar cicilan-cicilan kredit.
Dulu saya mempunyai rumah makan, setelah bom bali 1, saya bangkrut, lalu beralih jualan di warung. ternyatjuga sangat sepi, malah cicilan kredit jadi meumpuk. akhirnya saya putuskan untuk jualan es degan dengan rombong-dorong. Ternyata jualan dengan sistim ini membuat saya ebih berhasil pak, saya bisa mengatasi cicilan-cicilan kredit saya yang sebelumnya macet, padahal dulu saya dikasih fasilitas kredit semasih punya rumah makan.
Saya            : Wah.. menarik juga cerita pak.

Selanjutnya datang pembeli-pembeli lain secara bergiliran, kalau saya amati selama saya makan siang dan membeli es dengan di tempat ini selama kurang lebih 30 menit, tidak kurang dari 20 orang pembeli yang mampir berbelanja membeli es degan ini.

~~~

Ada beberapa hal yang bisa dipetik dari cerita ini :

– “Orang kecil” susah mendapatkan modal kepercayaan untuk sebuah fasilitas kredit.
– Dari percakapan tersebut, ternyata secara tidak sengaja saya mendapatkan sebuat peluang bisnis yang manis. Yakni : dengan datang ke pasar Kreneng jam 12.30 lalu menunggu Truk-truk yang datang dari Bangli (umumnya 2-3 truk kecil) yang rata-rata membawa 1000 – 2000 butir kelapa muda. Kelapa muda ini dijual antara 5000 rupiah per butir nya.  Bila membeli borongan, maka harganya berkisar antara 3500 -4000 per butir.
Nah, dari sini sudah mulai kelihatan, seandainya untung hanya 1000 rupiah per biji, maka dalam semalam, bisa mengantongi keuntungan sebesar 1 juta – 2 juta.
Padahal, cara kerjanya hanya dengan menunggu penjual, membeli main borongan, da menjual secara eceran. dan dalam semalam, kelapa-kelapa muda itu pasti habis terjual karena penjual-penjual es degan yang datang jam 5 pagi sudah tidak kebagian kelapa.

Bisadibayangin tuh…..

About dhasibali

Just ordinary person living in Bali-Indonesia, but always willing to record whatever being experienced in life.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s