Tersenyumlah Pada Diri Sendiri

Thanks to GOD
Thanks to my Higher Self

 

Salah satu hal yang membantu kita menerima diri sendiri adalah dengan menghargai diri sendiri. Pandangan jelek terhadap diri sendiri, baik beralasan maupun tidak, sedikit banyak akan tercermin dalam sikap terhadap orang-orang disekitar kita. Misalnya, jika kita merasa tersiksa karena kita merasakan suatu kekurangan, rasa penyesalan itu akan tertumpuk dalam hati kita, yang kemudian tersalurkan dalam bentuk sikap permusuhan terhadap dunia luar. Sebaliknya jika kita belajar untuk menghargai dan bersikap ramah pada diri sendiri, maka sedikit banyak akan bisa menambah cinta kita kepada orang lain.

Bila kita tak sanggup memecahkan persoalan-persoalan kita diri sendiri, kita mulai membenci oranglain. Hasilnya adalah bisa dikatakan sebagai lingkaran setan yang akan menghancurkan diri sendiri, yaitu : “BENCI DIRI SENDIRI, BENCI ORANG LAIN, AKIBATNYA DIBENCI JUGA OLEH ORANG LAIN”,kita semua menghargai diri kita sendiri, dominant atau tidak, pd atau tidak pd, pintar atau tidak pintar,Sukses atau Gagal kita harus menghargai diri kita sendiri. Kalau kitak menghargai diri sendiri, bagaimana orang mau menghargai kita?
 
Kita diajar untuk memberikan senyum pada orang lain. Namun, sepertinya tak banyak orang belajar tersenyum pada dirinya sendiri. Mengapa anda tak memulainya? Ambillah cermin yang cukup besar. Bercerminlah tidak terlalujauh atau terlalu dekat. Carilah jarak agar anda dapat melihat seluruh
wajah anda dengan baik. Kemudian, tersenyumlah. Berikan senyum terbaik anda padadiri anda sendiri.

Perhatikan seluruh lengkung bibir, penampakan gigi,kerut di sudut mata, garis pipi, desir rambut dekat telinga dan jangan lupa cahaya yang terpancar dari bola mata serta air muka berseri-seri yang mengalir dari seluruh gerak senyum anda. Tersenyumlah sedemikian rupa
sehingga anda bisa menerima bahwa senyum anda telah menghibur diri anda sendiri.

Ini bukan berlatih agar tampak cantik, tampan atau menarik. Sama sekali bukan.Ini adalah bagaimana anda bisa menerima dan berdamai dengan diri anda sendiri. Bila anda tidak mampu bersahabat dengan senyum anda sendiri,bagaimana senyum anda bisa menyejukkan orang lain? Dengan menghargai diri sendiri, kita bisa mendapatkan banyak keuntungan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang-orang di sekitar kita.

Jika kita bisa menghargai diri sendiri, kita dapat memandang diri secara positif. Apabila kita memiliki pandangan positif, kita bisa melihat kelemahan kita sebagai suatu kesempatan memperbaiki dan mengembangkan diri. Kita juga melihat kekuatan kita sebagai anugerah yang dapat kita manfaatkan untuk berbagi dengan orang-orang di sekitar kita. Dengan demikian, kita bisa membuat diri kita berharga dan berguna bagi lingkungan kita dan orang-orang di sekitar kita.

Bagaimana cara menghargai diri sendiri :

1. Kenali Diri sendiri

Mengenali diri merupakan bagian tersulit dalam proses menghargai diri. Mengenali diri merupakan sebuah proses yang menuntut kejujuran kita dalam melihat dan mengevaluasi diri. Hanya dengan kejujuran inilah kita bisa mengidentifikasi keunggulan kita dan hal-hal dalam diri kita yang masih perlu kita perbaiki ataupun kembangkan lebih lanjut.
Dengan mengenal diri kita dengan baik, kita bisa memilih strategi terbaik untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Jika kita telah mengenal diri dengan baik, kita bisa memahami kekuatan kita yang bisa kita “bagikan” kepada orang lain. Kita juga bisa memahami apa yang bisa kita pelajari dari orang lain.

2: Menghargai Diri sebagai Ciptaan Tuhan

Menghargai diri sebagai ciptaan Tuhan membuat kita tetap rendah hati walaupun telah diberi kesempatan menikmati banyak kesuksesan. Menghargai diri sebagai ciptaan Tuhan juga dapat membuat kita lebih tegar dalam menyikapi kelemahan kita. Semua ciptaan Tuhan adalah sempurna menurut fungsi dan tanggung jawab yang kita emban dalam hidup ini.
Kita tidak perlu meratapi diri dalam menghadapi kelemahan yang tidak bisa diperbaiki. Kelemahan ini membuat kita mendapat kesempatan melihat hal-hal lain yang bisa kita lakukan bukan terpaku pada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan lagi.

3. Sadari bahwa kita ini unik

Yakinlah bawwa diri kita adalah unik dan tidak ada yang bisa menduplikasi dari keunikan kita.
Dari jumlah manusia yang milyar angkanya , tidak ada yang seperti kita sebelum kita hadir di dunia ini, dan tidak ada yang seperti kita pada saat kita ada didunia ini, lebih lagi di masa akan datang tidak akan ada yang bergerak, berbicara dan berpikir sama persis seperti kita.

 4: Atasi Kelemahan Anda

langkah yang satu ini sering kali sulit kita lakukan. Kita seringkali tidak mau mengakui kelemahan kita. Kita sering kali mengandalkan penilaian orang lain semata terhadap kelemahan kita. Padahal sebenarnya jika kita jujur, kitalah orang yang seharusnya lebih tahu kelemahan kita sendiri.
Jika kita jujur, kita mungkin mendapatkan bahwa kelemahan kita mungkin saja bukan kelemahan, tetapi kesalahan yang kita lakukan: kebiasaan buruk (misalnya: kebiasaan menunda pekerjaan, kebiasaan melakukan terlalu banyak pekerjaan dalam kurun waktu tertentu; sikap negatif (misalnya: lupa berterima kasih pada orang-orang yang telah banyak membantu, lebih suka melakukan segala sesuatu sendiri tanpa melibatkan orang lain); atau cara pandang yang salah terhadap kesuksesan dan strategi untuk meraih sukses yang memunculkan rasa iri dan ketidak-siapan untuk menerima keberhasilan orang lain dan EGO untuk mampu menerima kesalahan dan kekurangan diri.

5: Kembangkan Diri Anda

Setelah kita mampu mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan kita, kita perlu membiarkan diri kita dibentuk menjadi lebih baik. Dalam hal ini kita tidak bisa melakukannya sendirian.
Selain berusaha, kita perlu juga mengandalkan Sang Pencipta untuk membantu usaha pengembangan diri kita.

Bagaimana jadinya kalau kita tidak bisa menilai diri sendiri dan menghargai diri kita sendiri. Kita layak kok mendapat sesuatu dari apa yang sudah kita lakukan. Anggap saja itu adalah pekerjaan dan kita dibayar atas apa yang udah kita kerjakan  Salah satu jalan untuk belajar menghargai kontribusi diri sendiri.

Dan  faktor  penting untuk menemukan kebahagiaan adalah berdamai dengan diri anda sendiri. Jika pandangan anda terhadap diri sendiri sehat, anda akan lebih kuat dalam menghadapi tantangan apapun dari dunia luar yang ditujukan kepada anda. Jika anda mempunyai gambar diri yang rendah, hal pertama yang perlu anda sadari adalah anda tidak bisa terus bergantung kepada orang lain untuk memberi arti pada keberadaan anda, serta dalam melakukan pergaulan dengan sesama.

Kita juga perlu belajar dari orang lain yang bisa menjadi teladan kita, dan bekerja sama dengan orang lain yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih dalam dari kita. Jadi kuncinya adalah kerendahan hati untuk meminta bantuan orang lain untuk pengembangan diri kita.
Langkah pertama untuk sukses adalah menghargai diri sendiri. Hanya dengan demikianlah kita bisa mengetahui bagaimana menghargai orang lain.

Satu-satunya orang yang akan menghabiskan seluruh hidup bersama anda adalah diri anda sendiri, jadi jika anda ingin bahagia seumur hidup anda, waktu anda untuk berdamai dengan diri sendiri adalah saat ini.

Dan Tersenyum pada diri sendiri, sudahkah anda tersenyum untuk diri anda sendiri?

About dhasibali

Just ordinary person living in Bali-Indonesia, but always willing to record whatever being experienced in life.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s