~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Jagalah hati, jangan kau nodai, jagalah hati lentera hidup ini. “
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
BERITA ini sungguh mengejutkan. Seorang teman mengabarkan ayahnya terserang stroke. Mengejutkan, karena dia seorang dokter, yang tentunya paham dengan kesehatan. Pengalaman dan pengetahuan, dia terfokus betul soal `do’s and don’ts’ dalam segala hal yang terkait soal kesehatan. Lain dari itu, dia memiliki gaya hidup yang sederhana. Namun, apa mau dikata, Pak Dokter ini terserang stroke.
Stroke adalah tersumbatnya aliran darah secara akut alias mendadak, biasanya disebabkan gumpalan darah. Stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga, setelah penyakit jantung dan kanker, namun merupakan penyebab kecacatan nomor satu. Awalnya memang penderitanya kebanyakan kaum tua.
Namun belakangan ini, kita sering mendengar penderitanya pun datang dari kalangan muda. Intinya sih, mau tua atau masih muda, kalau sudah terjadi penyumbatan gumpalan darah yang menyebabkan pembuluh sobek atau terjadinya infeksi vaskuler, ya sok atuhlah, stroke pun datang menghampiri.
Penyebab stroke antara lain karena kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, dan kegemukan. Satu pemicu utamanya adalah gaya hidup yang tidak sehat, umumnya penderita tidak mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh. Lama-lama, makanan yang uenak tenan itu malah menjadi biang penyakit. Sret, satu urat tersumbat, stroke pun datang.
Sekarang balik lagi pada kisah Pak Dokter. Semua gaya hidup sudah dijalani. Dia tidak memiliki korek api yang dipakainya untuk merokok. Penyakit pun, no way. Dalam soal makanan pun, ia selalu memilih makanan yang baik dan sehat. Olah raga pun ia lakukan dalam seminggu, walau tidak terlalu rutin.
Lantas apa yang menyebabkan ia terkena stroke? Secara medis tak ditemukan tanda-tanda penyulut penyakit itu. Akhirnya muncul cerita ini. Sang teman menjelaskan sebab musababnya.
Menurutnya, ayahnya sering kali menyimpan berbagai masalah yang ada di dalam hati. Ayahnya sering kali merasa jengkel dan dongkol dalam beberapa masalah, termasuk masalah sepele. Atau ia sering kali merasa sakit hati. Hal itu ia simpan sendiri di dalam hati. Tanpa disadari, perlahan-lahan kebiasaan ini berbuah petaka. Rupanya, inilah yang menyebabkan ayahnya mengalami penyempitan pembuluh darah di otak.
Tidak ikhlas? Mungkin itu kata yang paling tepat. Sebuah keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan kita, memang seringkali menyebalkan dan sangat mengganggu. Kekalahan atau kegagalan, dan juga kehilangan, merupakan hal yang amat sulit untuk diterima. Akibatnya, kita pun berada dalam keadaan yang tidak stabil antara menerima dan menolak.
Nah, bila menerima, artinya kita ikhlas. Sebaliknya, bila tidak, dia akan bersemayam di dalam hati. Tanpa terasa, dada pun terasa sesak. Itulah yang kita rasakan saat pacar memutuskan hubungan tanpa sebab, dus, malah tahu-tahu menikah dengan orang lain, atau mendapati pasangan berselingkuh, meski semua yang terbaik sudah kita berikan. Ataupun kita yang ujug-ujug diisukan selingkuh padahal tidak sedikitpun terbersit pikiran kearah it namun justru isu/fitnah tersebut merebak (dan diketahui tanpa klarifikasi) di lingkungan sekitar kita.
Memang, untuk mengikhlaskan semua kekalahan, kegagalan atau kehilangan, bukanlah pekerjaan mudah. Bila dunia ini sepenuhnya dapat ikhlas dalam segala persoalan, pasti tidak pernah akan ada perang yang memakan ribuan atau jutaan korban jiwa. Bila semua orang ikhlas, tentu tidak pernah ada yang namanya ilmu santet, teluh, guna-guna, pun sejenisnya.
Riset pun menjelaskan bahwa satu kunci menuju hidup bahagia ialah menjaga hati agar selalu terbebas dari rasa kebencian, rasa Ego/keakuan,dendam. Dan, bersihkan pikiran dari segala kekawatiran,kecemasan, dan curiga terhadap orang lain. Jadi, belajarlah untuk menerima segala sesuatunya dengan hati yang lapang, dengan ikhlas.
(Masih sulit? Pergilah ke hutan, berteriaklah di sana. Keluarkan segala kecewa di hati. Tak kan ada yang terganggu. Kalau kejauhan, masuklah ke kamar mandi. Lalu tutup pintu. Tapi awas, jangan sampai tetangga tahu-tahu terbangun kaget dikira ada maling beneran atau kucing garong. Atau pergilah berenang, di dalam air, luapkan tangis. Di kubangan air, takkan pernah ada yang menduga bahwa Anda tengah menangis.)
Profesor Jeffrey Lohr, dari William Fulbright College of Arts and Sciences, menjelaskan bahwa berteriak memberikan sensasi pengendoran otot yang tegang karena kondisi stres. Sedangkan Dr. William Frey, dari University of Minnesota, menemukan bahwa menangis terbukti dapat membuat seseorang merasa lebih baik. Karena air mata yang keluar berfungsi melepaskan ketegangan saraf pada tubuh. Asal tentu saja bukan air mata buaya (seperti pura-pura menangis saat membaca doa permintaan maaf untuk mengelabui orang supaya dikira TULUS meminta maaf).
Itu kalau Anda kesulitan mengeluarkan segala kekecewaan di dalam hati.
Kembali lagi soal ikhlas. Lalu bagaimanakah agar kita bisa sepenuhnya ikhlas? Tanyalah dalam hati. Ikhlas sejatinya kondisi perasaan di dalam hati. Karena itu belajar ikhlas juga berarti belajar melihat dengan hati, mendengar dengan hati, dan tentunya, mengikuti kata hati.
Menurut Erbe Sentanu, penulis buku ‘Quantum Ikhlas‘, dalam kondisi ikhlas, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Dalam zona ikhlas, bertebaranlah berbagai energi positif: rasa syukur, sabar, juga termasuk fokus. Kita pun tiba-tiba merasa penuh tenaga. Energi ikhlas ini lalu menyebar ke setiap bagian tubuh.
Erbe Sentanu sendiri mempunyai kisah mengenai keikhlasan. Setelah enam tahun menikah, Erbe divonis dokter mengalami aspermatozoa. Suatu kondisi seseorang tidak akan dapat memiliki keturunan. Awalnya Erbe terkejut, tetapi ia ikhlas. Dalam penyerahan diri kepada Tuhan, Erbe membayangkan suatu hari nanti ia akan dikaruniai buah hati. Hingga suatu hari ia melakukan uji kualitas sperma. ”Tidak mungkin. Dari nol persen spermatozoa menjadi tiga puluh persen dalam tiga minggu? Tidak mungkin!” seru sang dokter terkaget-kaget ketika membaca hasil laboratorium. Kini Erbe memiliki putra bernama Shankara Premaswara saudara angkat dari Shankara Changka Mudra.
Pada akhirnya, ikhlas merupakan kata kunci untuk hidup sehat. Untuk menuju kestabilan hati, manusia memang perlu katup pelepas. Berteriak dan menangis merupakan satu jalan keluarnya. Setelah letih, hati dan kepala biasanya akan berkompromi. Mudah-mudahan, keikhlasan untuk melepas kekalahan dan kehilangan, yang akan kita peroleh. Agar hati menjadi netral dan bersih, seperti sebuah speedometer, pada akhirnya, ia kembali ke titik nol. Semoga. (271008)
Tersaji dan terucap doa :
Ya Tuhan yang Mahaesa, Ya Guru saya Sejati…
Saya MINTA MAAF ATAS SEMUA KESALAHAN-KESALAHAN saya…baik sengaja maupun tidak saya sengaja.
Saya mohon pimpinan, tuntunan dan perlindungan..Ya Tuhan yang Mahaesa, Ya Guru saya Sejati…
Saya mohon restuMU, KekuatanMU, serta BantuanMU…
Saya mohon agar orang-orang yang membaca tulisan ini dapat membuka hati mereka untuk dengan TULUS menyadari dan mengakui semua kesalahan-kesalahannya untuk TIDAK DIULANGI LAGI, dan agar hati mereka dapat terbuka untuk menerima ENERGI KASIH SAYANG-MU yang maha tinggi.
Semoga Bermanfaat bagi yang memerlukan….
Love and Lights,
Salah satu hal yang membantu kita menerima diri sendiri adalah dengan menghargai diri sendiri. Pandangan jelek terhadap diri sendiri, baik beralasan maupun tidak, sedikit banyak akan tercermin dalam sikap terhadap orang-orang disekitar kita. Misalnya, jika kita merasa tersiksa karena kita merasakan suatu kekurangan, rasa penyesalan itu akan tertumpuk dalam hati kita, yang kemudian tersalurkan dalam bentuk sikap permusuhan terhadap dunia luar. Sebaliknya jika kita belajar untuk menghargai dan bersikap ramah pada diri sendiri, maka sedikit banyak akan bisa menambah cinta kita kepada orang lain.
Bila kita tak sanggup memecahkan persoalan-persoalan kita diri sendiri, kita mulai membenci oranglain. Hasilnya adalah bisa dikatakan sebagai lingkaran setan yang akan menghancurkan diri sendiri, yaitu : “BENCI DIRI SENDIRI, BENCI ORANG LAIN, AKIBATNYA DIBENCI JUGA OLEH ORANG LAIN”,kita semua menghargai diri kita sendiri, dominant atau tidak, pd atau tidak pd, pintar atau tidak pintar,Sukses atau Gagal kita harus menghargai diri kita sendiri. Kalau kitak menghargai diri sendiri, bagaimana orang mau menghargai kita?
Kita diajar untuk memberikan senyum pada orang lain. Namun, sepertinya tak banyak orang belajar tersenyum pada dirinya sendiri. Mengapa anda tak memulainya? Ambillah cermin yang cukup besar. Bercerminlah tidak terlalujauh atau terlalu dekat. Carilah jarak agar anda dapat melihat seluruh
Perhatikan seluruh lengkung bibir, penampakan gigi,kerut di sudut mata, garis pipi, desir rambut dekat telinga dan jangan lupa cahaya yang terpancar dari bola mata serta air muka berseri-seri yang mengalir dari seluruh gerak senyum anda. Tersenyumlah sedemikian rupa
Ini bukan berlatih agar tampak cantik, tampan atau menarik. Sama sekali bukan.Ini adalah bagaimana anda bisa menerima dan berdamai dengan diri anda sendiri. Bila anda tidak mampu bersahabat dengan senyum anda sendiri,bagaimana senyum anda bisa menyejukkan orang lain? Dengan menghargai diri sendiri, kita bisa mendapatkan banyak keuntungan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang-orang di sekitar kita.
Jika kita bisa menghargai diri sendiri, kita dapat memandang diri secara positif. Apabila kita memiliki pandangan positif, kita bisa melihat kelemahan kita sebagai suatu kesempatan memperbaiki dan mengembangkan diri. Kita juga melihat kekuatan kita sebagai anugerah yang dapat kita manfaatkan untuk berbagi dengan orang-orang di sekitar kita. Dengan demikian, kita bisa membuat diri kita berharga dan berguna bagi lingkungan kita dan orang-orang di sekitar kita.
Bagaimana cara menghargai diri sendiri :
2: Menghargai Diri sebagai Ciptaan Tuhan
Kita tidak perlu meratapi diri dalam menghadapi kelemahan yang tidak bisa diperbaiki. Kelemahan ini membuat kita mendapat kesempatan melihat hal-hal lain yang bisa kita lakukan bukan terpaku pada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan lagi.
3. Sadari bahwa kita ini unik
4: Atasi Kelemahan Anda
5: Kembangkan Diri Anda
Bagaimana jadinya kalau kita tidak bisa menilai diri sendiri dan menghargai diri kita sendiri. Kita layak kok mendapat sesuatu dari apa yang sudah kita lakukan. Anggap saja itu adalah pekerjaan dan kita dibayar atas apa yang udah kita kerjakan Salah satu jalan untuk belajar menghargai kontribusi diri sendiri.
Dan faktor penting untuk menemukan kebahagiaan adalah berdamai dengan diri anda sendiri. Jika pandangan anda terhadap diri sendiri sehat, anda akan lebih kuat dalam menghadapi tantangan apapun dari dunia luar yang ditujukan kepada anda. Jika anda mempunyai gambar diri yang rendah, hal pertama yang perlu anda sadari adalah anda tidak bisa terus bergantung kepada orang lain untuk memberi arti pada keberadaan anda, serta dalam melakukan pergaulan dengan sesama.
Kita juga perlu belajar dari orang lain yang bisa menjadi teladan kita, dan bekerja sama dengan orang lain yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang lebih dalam dari kita. Jadi kuncinya adalah kerendahan hati untuk meminta bantuan orang lain untuk pengembangan diri kita.
Satu-satunya orang yang akan menghabiskan seluruh hidup bersama anda adalah diri anda sendiri, jadi jika anda ingin bahagia seumur hidup anda, waktu anda untuk berdamai dengan diri sendiri adalah saat ini. 
Perkawinan sesama jenisberlangsung di Tabanan, Bali, tepatnya di Desa Pupuan Sawah, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali.
Pasangan yang menikah tersebut adalah warga asing asal Belanda, bernama Hendricus Deijkers dan Christianus Huijbregts.
Dalam prosesi pernikahan yang dihadiri puluhan warga, pemangku juga menuliskan simbol huruf di bagian lidah mereka dengan batang dupa yang ujungnya masih menyala.
Hilangkan ketegangan.
Menempatkan posisi mata yang benar akan akan membawa Anda dalam kondisi pikiran tertentu. Ketika Anda memandang sesuatu bagain dari otak Anda akan dirangsang. Itulah sebabnya mengapa banyak orang memandang sesuatu apabila ia sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah atau mengingat sesuatu. Tutup Mata Anda, gerakan bola mata Anda keatas. Pertahankan posisi ini. Posisi bola mata seperti ini adalah posisi pada saat kita tidur. Dengan menggerakan bola mata keatas pada keadaan mata tetutup, otak akan dipicu untuk memproduksi gelombang Alfa. Gelombang Alfa ini sangat diperlukan dalam pemrograman pikiran.
Menghitung mundur dapat Anda lakukan mulai dari 50 atau 100, hal ini sangat berguna untuk memfokuskan pikiran Anda dan membantu Anda ke kondisi rileks. Sangat direkomendasikan, pada saat Anda menghitung mundur bayangkan angka tersebut mengapung dalam ruang tiga dimensi. Tambahkanlah pernyataan-pernyataan pada saat Anda menghitung seperti, … “ Sepuluh, dalam setiap hitungan mundur aku bertambah rileks dan santai ” , “ Sembilan, … Aku bertambah rileks dan santai ” , seterusnya… Pilih pernyataan yang memancing emosi Anda.
Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.