9 Kita Menghindari Perceraian

August 27, 2009
Hidup berumah tangga hingga akhir hayat, bahagia dan memiliki keturunan merupakan dambaan setiap pasangan yang menikah.
Tidak ada pasangan yang menginginkan perceraian dalam rumah tanggamereka.
Sudah menjadi berita yang biasa di era sekarang ini jika satu pasangan yang baru menikah beberapa bulan, kemudian terdengar kabar tentang perceraian mereka.
“Bisa saja keputusan mereka untuk menikah, hanya sebatas agar Anda dianggap mampu berumah tangga dan bisa memiliki pasangan saja…”
” Tetapi bukan karena didasari rasa cinta yang mendalam dan keinginan untuk hidup selamanya bersama pasangan Anda…”
Keinginan “semu” ini yang justru berakibat fatal jika tidak segera Anda sadari dan Anda perbaiki sejak awal.
Perceraian seringkali menyakitkan bagi pihak-pihak yang terlibat, termasuk di dalamnya adalah anak-anak.
Perceraian juga dapat menimbulkan stres dan trauma untuk memulai hubungan baru dengan lawan jenis.
Berikut ini beberapa kiat yang diharapkan dapat membantu pasangan menikah untuk mempertahankan selama mungkin usia pernikahan mereka:
1. Komunikasi Dua Arah
Biasakan Anda dan pasangan berkomunikasi, baik ketika berada di rumah maupun ketika sedang berjauhan. Jika ada masalah, sebaiknya dibicarakan ketika Anda atau pasangan sedang santai.
Ketidakharmonisan rumah tangga biasanya berawal dari tidak adanya komunikasi dua arah antara suami dan istri.
Masing-masing saling menyimpan masalah sehingga mereka seolah berjalan sendiri-sendiri meski berada dalam satu atap.
2. Keterbukaan Masalah Seks
Masalah seks ternyata juga menjadi penyebab perceraian.
Mungkin orang sering lupa bahwa fungsi hubungan seksual selain prokreasi yakni untuk mendapatkan keturunan, juga untuk rekreasi atau kesenangan, dan ” ekspresi cinta” .
Padahal banyak pasangan mengakui, melakukan hubungan seksual dapat menghilangkan ketegangan setelah seharian bekerja.
Bahkan, agar tidak terjadi kebosanan, tak ada salahnya melakukan hubungan seks selain di tempat tidur. Anda bisa melakukannya di dapur,ruang tamu, bahkan di garasi.
Namun perlu diingat, apa yang Anda inginkan dalam berhubungan seks harus dikomunikasikan dengan pasangan Anda. Demikian pula sebaliknya.
3. Menerima Apa Adanya
Ketika seorang pria dan wanita sudah sekamar dan sedapur, masing-masing akan tampak sifat aslinya. Rayuan gombal tidak muncul lagi seperti saat pacaran.
Yang ada hanyalah dua orang yang harus saling menyesuaikan diri.. Di sinilah kehidupan perkawinan yang sesungguhnya. Anda dan pasangan belajar mengenali perbedaan masing-masing.
Beberapa hal yang umumnya menjadi batu sandungan dalam hubungan suami istri, adalah perbedaan persepsi, wawasan, dan nilai.
Termasuk di dalamnya perbedaan agama, latar belakang budaya, dan kepribadian.
Namun, perbedaan itu sebenarnya bisa diatasi kalau saja mau saling berusaha memahami dan berintrospeksi diri.
Kebanyakan pasutri yang berhasil menciptakan keharmonisan hingga masa tua adalah mereka yang berhasil membangun kebersamaan.
Kebersamaan baru tercipta bila pasangan berhasil menumbuhkan semangat berkorban, tidak egoistis, dan memiliki rasa saling pengertian.
4.. Jangan Biasakan Berbohong
Pernahkan pasangan Anda bertanya secara detail jika Anda masih sibukmeeting hingga malam dengan klien bisnisnya yang ternyata cantik atau ganteng, pintar dan berpenampilan menarik?
Nah, biasanya, agar pasangan Anda tidak terlalu banyak bertanya dan Anda enggan jika nantinya akan muncul pertengkaran, Anda malah berbohong. Anda justru mengatakan hal yang berbeda dengan alasan untuk kebaikan.
Perlu Anda ketahui bahwa hal ini termasuk dalam kebohongan yang bisa jadi akan berlanjut hingga Anda dan pasangan akan hidup berumah tangga dalam kebohongan.
Agar semua itu tidak terjadi, utarakan dengan sikap tenang bahwa apa yang Anda lakukan adalah hanya urusan pekerjaan.
5. Jangan Cemburu Berlebihan
Banyak yang mengatakan bahwa cemburu adalah bumbu dalam hubungan rumah tangga. Oke, itu sah-sah saja!
Tapi bukan berarti Anda atau pasangan bisa cemburu buta. Bukan barang baru bahwa banyak perselisihan terjadi gara-gara rasa cemburu, yang lebih sering berakar dari salah tafsir dan kurangnya keterbukaan.
Misalnya saja, pada suatu ketika karena tuntutan pekerjaan, suami harus mengajak sekretarisnya keluar kota. Sang istri yang hanya mendengar cerita setengah-setengah dari orang lain, bisa dengan gampang menuduh suaminya berselingkuh.
Padahal kalau saja istri mau bertanya dan suami mau terbuka, atau sebelumnya memperkenalkan sekretarisnya pada sang istri, masalahnya bisa jadi lain.
6. Hindari Selingkuh
Perselingkuhan umumnya terjadi karena masing-masing tidak mau saling terbuka ataumendengarkan apa yang dikeluhkan pasangannya.
” Contohnya, sang suami merasa jengkel karena setiap kali pulang, istrinya tidak di rumah.. !! “
Tapi keluhan itu tidak disampaikan, atau sudah diutarakan namun tidak didengarkan, atau istri tidak mau mengubah kebiasaannya.
Perselingkuhan juga bisa terjadi karena pasangan kesepian, jarang merasakan kepuasan seksual atau godaan dari luar seperti tempat hiburan bernuansa erotis, wanita perayu dan lain-lain.
Untuk menyelesaikan percekcokan ataupun perselingkuhan, yang harus dilakukan pertama adalah mencari akar permasalahnnya, kemudian diusahakan untuk dihindari atau disingkirkan.
7. Cari Orang Ketiga Sebagai Penengah
Jika ternyata timbul permasalahan dan percekcokan antara Anda dan pasangan, carilah orang ketiga sebagai penengah.
Orang tersebut bisa pemuka agama seperti Kyai atau pendeta, serta tokoh masyarakat yang memiliki wawasan yang luas dan bijak dan psikolog.
Cari ini lebih baik ketimbang Anda berkeluh kesah dengan saudara, tetangga atau teman2 Anda.. !
8. Tetaplah Mesra
Agar hubungan Anda dan pasangan tetap mesra, buanglah pula jauh-jauh persepsi bahwa kemesraan hanya pantas dilakukan selagi masih berpacaran.
Pada dasarnya, kemesraan itu hak setiap insan, tanpa pandang usia maupun status.
9. Pasrahkan Kepada Yang Di Atas
Terkadang, emosi muncul secara berlebihan ketika permasalahan Anda dan pasangan menguak ke permukaan.
Berdoa dan pasrahkan diri Kepada Yang Maha Pencipta merupakan cara jitu agar emosi bisa diredamkan dan permasalahan bisa segera diselesaikan secara baik-baik.
Sudah menjadi berita yang biasa di era sekarang ini jika satu pasangan yang baru menikah beberapa bulan, kemudian terdengar kabar tentang perceraian mereka.
“Bisa saja keputusan mereka untuk menikah, hanya sebatas agar Anda dianggap mampu berumah tangga dan bisa memiliki pasangan saja…”
” Tetapi bukan karena didasari rasa cinta yang mendalam dan keinginan untuk hidup selamanya bersama pasangan Anda…”
Keinginan “semu” ini yang justru berakibat fatal jika tidak segera Anda sadari dan Anda perbaiki sejak awal.
Perceraian seringkali menyakitkan bagi pihak-pihak yang terlibat, termasuk di dalamnya adalah anak-anak.
Perceraian juga dapat menimbulkan stres dan trauma untuk memulai hubungan baru dengan lawan jenis.
Berikut ini beberapa kiat yang diharapkan dapat membantu pasangan menikah untuk mempertahankan selama mungkin usia pernikahan mereka:
1. Komunikasi Dua Arah
Biasakan Anda dan pasangan berkomunikasi, baik ketika berada di rumah maupun ketika sedang berjauhan. Jika ada masalah, sebaiknya dibicarakan ketika Anda atau pasangan sedang santai.
Ketidakharmonisan rumah tangga biasanya berawal dari tidak adanya komunikasi dua arah antara suami dan istri.
Masing-masing saling menyimpan masalah sehingga mereka seolah berjalan sendiri-sendiri meski berada dalam satu atap.
2. Keterbukaan Masalah Seks
Masalah seks ternyata juga menjadi penyebab perceraian.
Mungkin orang sering lupa bahwa fungsi hubungan seksual selain prokreasi yakni untuk mendapatkan keturunan, juga untuk rekreasi atau kesenangan, dan ” ekspresi cinta” .
Padahal banyak pasangan mengakui, melakukan hubungan seksual dapat menghilangkan ketegangan setelah seharian bekerja.
Bahkan, agar tidak terjadi kebosanan, tak ada salahnya melakukan hubungan seks selain di tempat tidur. Anda bisa melakukannya di dapur,ruang tamu, bahkan di garasi.
Namun perlu diingat, apa yang Anda inginkan dalam berhubungan seks harus dikomunikasikan dengan pasangan Anda. Demikian pula sebaliknya.
3. Menerima Apa Adanya
Ketika seorang pria dan wanita sudah sekamar dan sedapur, masing-masing akan tampak sifat aslinya. Rayuan gombal tidak muncul lagi seperti saat pacaran.
Yang ada hanyalah dua orang yang harus saling menyesuaikan diri.. Di sinilah kehidupan perkawinan yang sesungguhnya. Anda dan pasangan belajar mengenali perbedaan masing-masing.
Beberapa hal yang umumnya menjadi batu sandungan dalam hubungan suami istri, adalah perbedaan persepsi, wawasan, dan nilai.
Termasuk di dalamnya perbedaan agama, latar belakang budaya, dan kepribadian.
Namun, perbedaan itu sebenarnya bisa diatasi kalau saja mau saling berusaha memahami dan berintrospeksi diri.
Kebanyakan pasutri yang berhasil menciptakan keharmonisan hingga masa tua adalah mereka yang berhasil membangun kebersamaan.
Kebersamaan baru tercipta bila pasangan berhasil menumbuhkan semangat berkorban, tidak egoistis, dan memiliki rasa saling pengertian.
4.. Jangan Biasakan Berbohong
Pernahkan pasangan Anda bertanya secara detail jika Anda masih sibukmeeting hingga malam dengan klien bisnisnya yang ternyata cantik atau ganteng, pintar dan berpenampilan menarik?
Nah, biasanya, agar pasangan Anda tidak terlalu banyak bertanya dan Anda enggan jika nantinya akan muncul pertengkaran, Anda malah berbohong. Anda justru mengatakan hal yang berbeda dengan alasan untuk kebaikan.
Perlu Anda ketahui bahwa hal ini termasuk dalam kebohongan yang bisa jadi akan berlanjut hingga Anda dan pasangan akan hidup berumah tangga dalam kebohongan.
Agar semua itu tidak terjadi, utarakan dengan sikap tenang bahwa apa yang Anda lakukan adalah hanya urusan pekerjaan.
5. Jangan Cemburu Berlebihan
Banyak yang mengatakan bahwa cemburu adalah bumbu dalam hubungan rumah tangga. Oke, itu sah-sah saja!
Tapi bukan berarti Anda atau pasangan bisa cemburu buta. Bukan barang baru bahwa banyak perselisihan terjadi gara-gara rasa cemburu, yang lebih sering berakar dari salah tafsir dan kurangnya keterbukaan.
Misalnya saja, pada suatu ketika karena tuntutan pekerjaan, suami harus mengajak sekretarisnya keluar kota. Sang istri yang hanya mendengar cerita setengah-setengah dari orang lain, bisa dengan gampang menuduh suaminya berselingkuh.
Padahal kalau saja istri mau bertanya dan suami mau terbuka, atau sebelumnya memperkenalkan sekretarisnya pada sang istri, masalahnya bisa jadi lain.
6. Hindari Selingkuh
Perselingkuhan umumnya terjadi karena masing-masing tidak mau saling terbuka ataumendengarkan apa yang dikeluhkan pasangannya.
” Contohnya, sang suami merasa jengkel karena setiap kali pulang, istrinya tidak di rumah.. !! “
Tapi keluhan itu tidak disampaikan, atau sudah diutarakan namun tidak didengarkan, atau istri tidak mau mengubah kebiasaannya.
Perselingkuhan juga bisa terjadi karena pasangan kesepian, jarang merasakan kepuasan seksual atau godaan dari luar seperti tempat hiburan bernuansa erotis, wanita perayu dan lain-lain.
Untuk menyelesaikan percekcokan ataupun perselingkuhan, yang harus dilakukan pertama adalah mencari akar permasalahnnya, kemudian diusahakan untuk dihindari atau disingkirkan.
7. Cari Orang Ketiga Sebagai Penengah
Jika ternyata timbul permasalahan dan percekcokan antara Anda dan pasangan, carilah orang ketiga sebagai penengah.
Orang tersebut bisa pemuka agama seperti Kyai atau pendeta, serta tokoh masyarakat yang memiliki wawasan yang luas dan bijak dan psikolog.
Cari ini lebih baik ketimbang Anda berkeluh kesah dengan saudara, tetangga atau teman2 Anda.. !
8. Tetaplah Mesra
Agar hubungan Anda dan pasangan tetap mesra, buanglah pula jauh-jauh persepsi bahwa kemesraan hanya pantas dilakukan selagi masih berpacaran.
Pada dasarnya, kemesraan itu hak setiap insan, tanpa pandang usia maupun status.
9. Pasrahkan Kepada Yang Di Atas
Terkadang, emosi muncul secara berlebihan ketika permasalahan Anda dan pasangan menguak ke permukaan.
Berdoa dan pasrahkan diri Kepada Yang Maha Pencipta merupakan cara jitu agar emosi bisa diredamkan dan permasalahan bisa segera diselesaikan secara baik-baik.

Hidup berumah tangga hingga akhir hayat, bahagia dan memiliki keturunan merupakan dambaan setiap pasangan yang menikah.

Tidak ada pasangan yang menginginkan perceraian dalam rumah tangga mereka.

kiat1Sudah menjadi berita yang biasa di era sekarang ini jika satu pasangan yang baru menikah beberapa bulan, kemudian terdengar kabar tentang perceraian mereka.

“Bisa saja keputusan mereka untuk menikah, hanya sebatas agar Anda dianggap mampu berumah tangga dan bisa memiliki pasangan saja…”

” Tetapi bukan karena didasari rasa cinta yang mendalam dan keinginan untuk hidup selamanya bersama pasangan Anda…”

Keinginan “semu” ini yang justru berakibat fatal jika tidak segera Anda sadari dan Anda perbaiki sejak awal.

Perceraian seringkali menyakitkan bagi pihak-pihak yang terlibat, termasuk di dalamnya adalah anak-anak.

Perceraian juga dapat menimbulkan stres dan trauma untuk memulai hubungan baru dengan lawan jenis.

Berikut ini beberapa kiat yang diharapkan dapat membantu pasangan menikah untuk mempertahankan selama mungkin usia pernikahan mereka:

1. Komunikasi Dua Arah

Biasakan Anda dan pasangan berkomunikasi, baik ketika berada di rumah maupun ketika sedang berjauhan. Jika ada masalah, sebaiknya dibicarakan ketika Anda atau pasangan sedang santai.

Ketidakharmonisan rumah tangga biasanya berawal dari tidak adanya komunikasi dua arah antara suami dan istri.

Masing-masing saling menyimpan masalah sehingga mereka seolah berjalan sendiri-sendiri meski berada dalam satu atap.

2. Keterbukaan Masalah Seks

kiat2Masalah seks ternyata juga menjadi penyebab perceraian.

Mungkin orang sering lupa bahwa fungsi hubungan seksual selain prokreasi yakni untuk mendapatkan keturunan, juga untuk rekreasi atau kesenangan, dan ” ekspresi cinta” .

Padahal banyak pasangan mengakui, melakukan hubungan seksual dapat menghilangkan ketegangan setelah seharian bekerja.

Bahkan, agar tidak terjadi kebosanan, tak ada salahnya melakukan hubungan seks selain di tempat tidur. Anda bisa melakukannya di dapur,ruang tamu, bahkan di garasi.

Namun perlu diingat, apa yang Anda inginkan dalam berhubungan seks harus dikomunikasikan dengan pasangan Anda. Demikian pula sebaliknya.

3. Menerima Apa Adanya

Ketika seorang pria dan wanita sudah sekamar dan sedapur, masing-masing akan tampak sifat aslinya. Rayuan gombal tidak muncul lagi seperti saat pacaran.

Yang ada hanyalah dua orang yang harus saling menyesuaikan diri.. Di sinilah kehidupan perkawinan yang sesungguhnya. Anda dan pasangan belajar mengenali perbedaan masing-masing.

Beberapa hal yang umumnya menjadi batu sandungan dalam hubungan suami istri, adalah perbedaan persepsi, wawasan, dan nilai.

Termasuk di dalamnya perbedaan agama, latar belakang budaya, dan kepribadian.

Namun, perbedaan itu sebenarnya bisa diatasi kalau saja mau saling berusaha memahami dan berintrospeksi diri.

Kebanyakan pasutri yang berhasil menciptakan keharmonisan hingga masa tua adalah mereka yang berhasil membangun kebersamaan.

Kebersamaan baru tercipta bila pasangan berhasil menumbuhkan semangat berkorban, tidak egoistis, dan memiliki rasa saling pengertian.

4.. Jangan Biasakan Berbohong

Pernahkan pasangan Anda bertanya secara detail jika Anda masih sibukmeeting hingga malam dengan klien bisnisnya yang ternyata cantik atau ganteng, pintar dan berpenampilan menarik?

Nah, biasanya, agar pasangan Anda tidak terlalu banyak bertanya dan Anda enggan jika nantinya akan muncul pertengkaran, Anda malah berbohong. Anda justru mengatakan hal yang berbeda dengan alasan untuk kebaikan.

Perlu Anda ketahui bahwa hal ini termasuk dalam kebohongan yang bisa jadi akan berlanjut hingga Anda dan pasangan akan hidup berumah tangga dalam kebohongan.

Agar semua itu tidak terjadi, utarakan dengan sikap tenang bahwa apa yang Anda lakukan adalah hanya urusan pekerjaan.

5. Jangan Cemburu Berlebihan

Banyak yang mengatakan bahwa cemburu adalah bumbu dalam hubungan rumah tangga. Oke, itu sah-sah saja!

Tapi bukan berarti Anda atau pasangan bisa cemburu buta. Bukan barang baru bahwa banyak perselisihan terjadi gara-gara rasa cemburu, yang lebih sering berakar dari salah tafsir dan kurangnya keterbukaan.

Misalnya saja, pada suatu ketika karena tuntutan pekerjaan, suami harus mengajak sekretarisnya keluar kota. Sang istri yang hanya mendengar cerita setengah-setengah dari orang lain, bisa dengan gampang menuduh suaminya berselingkuh.

Padahal kalau saja istri mau bertanya dan suami mau terbuka, atau sebelumnya memperkenalkan sekretarisnya pada sang istri, masalahnya bisa jadi lain.

6. Hindari Selingkuh

kiat3Perselingkuhan umumnya terjadi karena masing-masing tidak mau saling terbuka ataumendengarkan apa yang dikeluhkan pasangannya.

” Contohnya, sang suami merasa jengkel karena setiap kali pulang, istrinya tidak di rumah.. !! “

Tapi keluhan itu tidak disampaikan, atau sudah diutarakan namun tidak didengarkan, atau istri tidak mau mengubah kebiasaannya.

Perselingkuhan juga bisa terjadi karena pasangan kesepian, jarang merasakan kepuasan seksual atau godaan dari luar seperti tempat hiburan bernuansa erotis, wanita perayu dan lain-lain.

Untuk menyelesaikan percekcokan ataupun perselingkuhan, yang harus dilakukan pertama adalah mencari akar permasalahnnya, kemudian diusahakan untuk dihindari atau disingkirkan.

7. Cari Orang Ketiga Sebagai Penengah

Jika ternyata timbul permasalahan dan percekcokan antara Anda dan pasangan, carilah orang ketiga sebagai penengah.

Orang tersebut bisa pemuka agama seperti Kyai atau pendeta, serta tokoh masyarakat yang memiliki wawasan yang luas dan bijak dan psikolog.

Cari ini lebih baik ketimbang Anda berkeluh kesah dengan saudara, tetangga atau teman2 Anda.. !

8. Tetaplah Mesra

Agar hubungan Anda dan pasangan tetap mesra, buanglah pula jauh-jauh persepsi bahwa kemesraan hanya pantas dilakukan selagi masih berpacaran.

Pada dasarnya, kemesraan itu hak setiap insan, tanpa pandang usia maupun status.

9. Pasrahkan Kepada Yang Di Atas

Terkadang, emosi muncul secara berlebihan ketika permasalahan Anda dan pasangan menguak ke permukaan.

Berdoa dan pasrahkan diri Kepada Yang Maha Pencipta merupakan cara jitu agar emosi bisa diredamkan dan permasalahan bisa segera diselesaikan secara baik-baik.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bali Matahari Hotel – Penambahan Fasilitas Kamar

August 11, 2009

Bali Matahari Hotel, yang beralamat di Jalan Melasti Gang Lebak Bene, Legian, Kuta-Bali ini, sejak awal Agustus 2009 ini telah selesai melakukan proses renovasi.

Hotel ini sebelumnya memiliki fasilitas 38 Kamar dengan perincian 14 Superior Room, 18 Deluxe Room, dan 6 Family Room. Renovasi tersebut menghapus jenis kamar untuk katagori Family Room yang berjumlah 6 kamar tersebut, menjadi 12 kamar dengan katagori Suite yakni 6 buah Superior Suite, dan 6 buah Deluxe Suite. Dengan demikian Bali Matahari Hotelsaat ini memiliki totap 44 kamar.

Kamar untuk jenis Suite tersebut memang sengaja dirancang untuk menangkap segmen-segmen pasar diatas katagory room biasa yg disediakan oleh hotel-hotel pada umumnya. Jenis suite ini memiliki fasilitas lebih yakni adanya Livng room yg terpisah dengan kamar tidur, serta dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang biasa ada dalam living room. Tea-Coffee Making facilities juga disiapkan di katagori kamar ini secara gratis dan di-refill setap hari nya oleh petugas hotel. Selain itu, aroma-therapy oil burner juga disiapkan di kamar jenis ini dengan opsi tamu bisa memilih aromanya sesuai dengan kesukaannya. Fasilitas amenities di kamar jenis ini juga setingkat lebih bagus dari jenis standard rooms yg ada.

bmh-roomYang membedakan antara jenis Superior Suite dengan Deluxe Suite adalah di Living room nya. Kalau Deluxe Suite Living Room nya terpisah dengan bedroom, untukjenis Superior Suite, Fasilitas-fasilitas Living Room (termasuk sofa, meja, dan sebagainya), berada di dalam bed-room. Dengan kata lain, bedroom nya memang lebih besar dari jenis Deluxe Suite, sehingga memungkinkan semua sofa, meja, dan fasilitas lainnya di-set up di dalam kamar tersebut.

Hal lainnya adalah Deuxe Suite memiliki 2 Televisi yg di pasang di Living Room dan di dalam bedroom, sedangkan Superior Suite memiliki hanya 1 Televisi yang di pasang di bedroom.

Demikian juga, renovasi tersebut menghilangkan Pool Bar yang sebelumnya ada di ujung bagian barat kolam renang, sekarang hanya menjadi ruangan terbuka yang dipasangi dengan pool chairs dan umbrella.

Dari pengaatan penulis setelah bebrapa kali berkunjung ke hotel ini, memang terjadi perubahan yg cukup signifikan di area ini. Sebelumnya area ini nyaris tidak tersentuh oleh tamu, karena daerah “entrance” nya seakan tertutup oleh pool bar tersebut. Sekarang, setelah beberapa kali pengamatan saya, ternyata daerah ini cukup digemari oleh tamu-tamu yang menginap untuk sekedar relax, tidur-tiduran di samping kolam sambil membaca, atau berjemur.

Beberapa tamu yang saya temui memberian komentar dia senang berada di pinggir kolam ini karena suasananya cukup menyenangkan, tidak riuh-pikuk seperti kolam pada umumnya, namun memiliki kelemahan juga yakni pengantaran makanan dan minumam yang dipesan memakan waktu yang agak lama. hal ini disebabkan oleh kesenjangan servis yang dilayani dari Restaurant yang ada di depan lobby yang berjarak krang lebih 10-12 meter.

Fasilitas lain yang cukup bagus dan ada di Bali Matahari adalah Free WiFi yang bisa di akses dari Lobby dan Restauran, serta beberapa kamar jenis Superior Room yang memang lokasinya berada di dekat Lobby. Akses internet ini FREE selama 24 jam. Tamu tinggal membawa Laptop, lalu browsing anytime. Pihak manajemen mengatakan bahwa kedepannya akses internet ini akan diperluas ke daerah pool serta ke semua kamar, dan gratis. woww….

Menanggapi beberapa posting-an dari pembaca weblog penuis, saya sempat menemui pihak manajemen mempertanyakan tentang status Kerjasama Marketing dengan Pihak PT Sigma Matahari Wisata Jakarta yang sempat saya posting tahun 2008 tersebut, pihak manajemen hotel menyampakan kepada saya bahwa kerjasama tersebut telah berakhir pada Juli 2009.

Kedepannya, kata pihak manajemen, sistim marketing akan ditangani langsung oleh bagian Sales&Marketing yang telah dibentuk sejak awal tahun 2009 untuk mengantisipasi turunnya hunian hotel sebagai akibat dari beberapa issue baik yang terkait dengan isu flu-burung, flu-babi, isu rabies, serta isu-isu yg terkait dengan keamanan seperti Bom, terorist, dan sebagainya.

Mudah-mudahan Bali Matahari tetap bisa bertahan dan berhasil mencapai target-target pasar yang telah ditetapkan.

Bravo Bali Matahari.

= penulis =
(trims untuk waktu dan hospitality nya)

Handphone – Penyakit yang mungkin muncul

June 9, 2009

Penggunaan handphone (HP) memang makin populer di dunia, dan hampir di semua tempat ada orang yg memegang HP untuk bercakap-cakap. Namun penelitian para ahli ortopedi di Amerika menemukan, jika terlalu banyak memegang HP, orang dapat terserang Cubital Tunnel Syndrome (CTS).

Donna Malloy (66th) di Amerika mengatakan ia merasa kedua tangannya mati rasa ketika berbicara menggunakan HP selama berja-jam. Ia mulai menjatuhkan benda-benda dari genggaman tangan kirinya dan sulit baginya untuk melakukan pekerjaan yg menggunakan jarum. Ia mengira ia menjadi tua dan tubuhnya mulai rapuh.

Ketika berkonsultasi ke dokter, ia diberitahu terserang penyakit CTS dan dokter menyarankan ia dioperasi. Setelah operasi, Malloy mengatakan kedua tangannya mulai pulih dari syndrome itu. Ia kini memang masih menggunakan HP-nya tetapi ia menggunakan perangkat berbicara Bluetooth.

Gejala Awal

dr. Leon Benson, ahli bedah ortopedi dan juga juru bicara American Academy of Orthopaedic Surgeon, seperti dilansir Health Day News, mengatakan, “Penggunaan HP secara teru-menerus dapat membua tertekannya saraf senyar yang mengalir melalui lengan bawah dan bercabang ke tangan.”

“Peregangan saraf yng berulang kali ibaratnya seperti kita menginjak selang air,” kata dr. Peter J. Evans, Director di Cleveland Clinic’s Hands and Upper Estremity Centre, “Dengan kondisi selang seperti itu anda menghalangi aliran air. Pada siku, anda menghalangi aliran darah ke saraf, sehingga membuat macet.”

Menurut Evans, makin kuat orang membuatnya melengkung, makin besar saraf itu eregang. Tindakan tersebut membuat pasokan darah menjadi hilang, dan darah tak mengalir melalui saraf. “Meskipun saraff dirancang untuk meregang, namun tidak norma baginya untuk berada di posisi meregang selama satu ja,” kata Benson.

Gejala awal yang sering kali dialami oleh orang yg terserang CTS adalah mati rasa, gatal, dan sakit di lengan bawah dan tangan, sama seperti sakit jika tulang siku yang peka terpukul. Saat gejala brkembang, semua itu dapat meliputi hilangnya kekuatan otot, koordinasi dan daya gerak yg bisa membuat orang jadi sulit untuk menulis dan mengetik. Pada penyakit kronis yg tak diobat, jari manis dapat menjadi kaku.

Para dokter mengatakan, orang yang menderita CTS akan merasa tangan mereka lemah dan mengalami kesulitan jika membuka toples atau memainkan alat musik. “Itu dapat menghambat kemampuan orang mengetik atau menulis. Tulisan orang itu jadi tak bisa dibaca jika oenyakit terseut parah,” jelas Evans.

Penyebab Lain

“CTS adalah syndrome kompresi kedua yang paling umum yang kita saksikan. Kebanyakan orang yang terserang CTS berusia setengah baya keatas dan lebih banyak wanita dibanding pria. Meskipun alasan tepatnya belum diketahui, mungkin wanita lebih rentan akibat turun-naiknya hormon atau anatomi mereka,” kata Heather Turkop, seorang ahli terapi resiko pekerjaan dan ahli tangan yg bersertifikat di William Beaumont Hospital di Royal Oak,Michigan.

Namun para dokter juga menjelaskan, terlalu banyak menggunakan HP bukanlah satu-satunya penyebab CTS. Penyebab lain mungkin meliputi tidur dengan siku ditekuk dan melingkar di dada, duduk di meja dengan siku direntangkan dengan sudut yang lbih besar dari 90 derajat dan mengemudi dengan siku yng disandangkan di jendela mobil uk waktu yang lama.

Pada banyak kasu, perubahan sedikit gy hidup dapat membantu meringankan gejala tersebut, termasuk penggunaan perangat yg membuat tangan terbebas dari HP. Jika posisi tidur menjadi sebabnya, dengan memposisikan siku lebih lurus pada malam hari, kiranya dapat membntu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Nah loh…
hayooo… dengan tahu artikel diatas, coba deh analisa diri kita, gaya hidup kita, posisi tidur kita…
atau… lihat gejala-gejala CTS yang kemungkinan ada pada diri kita, jangan mencoba menyembunyikannya…

STRESS/DEPRESI – Cara mengatasinya

March 25, 2009

Dalam Menggapai sukses tak jarang orang akan menghadapi depresi atau tekanan pada jiwa atau mentalnya, ketika Dipecat dari pekerjaan? Tidak lulus ujian? Tidak jadi dipromosi? Kalah dalam sebuah kompetisi? Ditipu orang lain? Usaha bangkrut? Divonis dokter terkena penyakit parah? Dililit hutang berkepanjangan? Berkali-kali gagal mendapat pekerjaan?

 

Depresi dapat diartikan sebagai kondisi batin yang tertekan, dan dapat mengakibatkan hilangnya harapan hidup, makna hidup, menurunya atau bahkan hilang sebuah motivasi, malah terkadang menghilangkan rasa percaya kepada diri sendiri.

Depresi terjadi karena tekanan hidup yang terlalu berat dan jiwa atau fikiran kita tidak mampu untuk menahanya, memang kenyataanya hidup ini lebih kejam dari yang kita bayangkan

 

Semua orang pasti ingin memperbaiki atau mengatasi depresi yang terjadi tetapi malah banyak orang yang terkdang salah langkah dalam mengatasi permasalahan depresi ini, malah tips yang diberikan atau di dapatkan bias membuat orang tersebut semakin dalam terjerembab dakam depresi, beberapa hal ini bisa menyebabkan depresi yang semakin parah:

 

1. Hanya sekedar mencari tahu cara menghilangkan depresi

Banyak buku, tulisan, motivasi, tekni dari buku, internet, seminar yang mengajarkan tentang cara menghilangkan depresi, tetapi terkadang kita hanya sekedar tahu, tapi banyak dari kita yang tidak mau untuk melaksanakan. Semua tips dari buku, tulisan, motivasi, tekni dari buku, internet, atau seminar akan bisa berguna ketika kita berusaha berjuang dengan mengobarkan semangat untuk berusaha untuk mengatasi depresi dan tidak berguna kalau kita duduk dan diam saja, atau hanya sekedar tahu saja.

 

2. Melihat diri negatif

Banyak dari kita selalu melihat diri kita sendiri, misal , saya muak melihat diri saya, hidup saya sudah hancur dan tidak bisa diperbaiki lagi, Buat apa saya pertahankan rumah tangga ini, saya hanya bisa bekerja seperti ini, hal ini adalah definisi atau kesimpulan atau label tentang diri sendiri yang kita buat sendiri. Kita harus berubag untuk mengatasi depresi yang kita miliki.

3. Menolak atau skeptis terhadap saran, pendapat atau bantuan orang lain.

Atau kita tahu tetapi banyak orang yang terkdang menolak atau tidak percaya terhadap bantuan orang lain, terkadang kita tidak terbuka, atau menutup diri, atau bersembunyi dalam keadaan yang seolah-olah tidak terjadi apa-apa, padahal kita membutuhkan bantuan atau uluran tangan orang lain dengan membuka diri

.

4. Mencari kambing hitam

Selain 2 faktor kegagalan mengatasi depresi adalah kita sering mencari kambing hitam atau menyalahkan keadaan atau orang, kita memang tahu hidup di dunia ini selalu penuh tekanan, tetapi sangat berbahaya dan akan memperparah keadaan kita jika kita hanya selalu meratapi, menyalahkan keadaan sekitar, orang lain, lingkungan atas ketidak berdayaan kita menghadapi tekanan. Untuk mengatasi depresi kita harus berinisiatif untuk mencoba mengatasi depresi yang terjadi.

 

5. Kurang Kreatif atau rutinitas

Yang membuat depresi makin parah adalah tekanan yang terjadi secara berulang-ulang menekan diri kita dalam segala waktu, saat kita terjebak rutinitas hal tersebut akan memperparah depresi yang kita alami, sebaiknya dalam hidup harus seimbang 1.) kegiatan rutin 2.) Kegiatan Keagamaan 3.) kegiatan bermain atau mencari hiburan “Work hard play hard”

 

6.Menolak kenyataan yang ada

Kita terkadang tidak mampu melihat kenyataan, dan berusaha keras menolaj keadaan hal ini akan memperparah depresi itu makin mencengkeram. Cobalah ikhlas atau siap dalam menerima keadan, maksudnya menerima untuk memperbaiki, perlu diingat Trauma yang abadi di adalah penderitaan yang tidak diikuti dengan perbaikan.

 

7. Lupa Atas kehadiran tuhan/agama

Kita perlu menyadari kehadiran tuhan itu penting, seseorang yang terlalu membangkan akan kemampuan pemikiranya akan selalu bergelut dalam suatu permasalahan, agama atau keberadaan Tuhan YME, akan memberi nuansa lain dalam kehidupan, agama selalu mengajarkan seseorang berusaha berubah, seorang dapat menerima keadaan, pasrah, dan percaya ada kekuatan lain yang bisa membantu nya. Keadaan pasra dan tuhan akan membawa kedamaian dan dapat menjadi suatu alternatif dalam mengatasi depresi

 

8. Semua harus seperti yang disarankan (perfeksionis)

Budaya instant yang membuat orang berfikir semua bisa terjadi penyembuhan atas depresi secara tepat dan pas sesuai dengan yang diharapkanya menghambat upaya kita mengatasi masalah depresi. Perlu diingat mengatasi depresi butuh proses yang berkelanjutan, dan jika kita menolak proses itu bukan malah cepat tetapi malah semakin lama.

 

Delapan hal yang saya jabarkan diatas adalah beberpa kesalahan yang sering dilakukan kita dalam mengatasi depresi yang kita alami, terkadang banyak orang yang semakin parah kondisi depresinya, dan dapat mengakibatkan orang yang terkena depresi semakin tertutup, semakin tidak persuasif, semakin tidak bijak, semakin sempit, semakin tertutup dan sejumlah “semakin” yang negatif lainnya.

 

Lalu bagaimana sih cara mengatasi depresi yang lebih tepat, mungkin saya akan menjabarkan sedikit dari sedikit pengetahuan yang saya miliki tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam mengatasi depresi, ingat kesuksesan dapat diraih ketika kita bisa mengatasi depresi, berikut hal-hal yang harus dilakukan untuk mengatasi rasa depresi anda:

1. Percaya diri dan buatlah citra positif pada diri anda

Kembali menemukan rasa percaya diri adalah awal yang baik untuk mengatasi rasa depresi anda, dan berusaha untuk memandang diri kita positif atau bagaimana kita menyimpulkan diri sendiri secara positif. Lalu bagaimana cara buat citra diri positif sih, begini caranya.

- Percaya dan yakin anda adalah pribadi yang luar biasa

- Percaya dan yakin anda adalah pribadi yang baik

- Percaya dan yakin anda memiliki kemampuan yang mumpuni

- Lepaskan semua prasangka buruk terhadap diri sendiei

- Lihat kembali keberhasilan-keberhasilan yang telah anda capai

 

2. Terus berjuang, jangan patah arang

Terkadang saat depresi melanda kita, daya fikir kita tertutup oleh perasaan salah atau kalah, tenangkan fikiran anda, coba berfikir anda bisa memperbaiki kekalahan atau kesalahan anda, masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri di masa depan. Jangan biarkan kita tenggelam ke dalam masa lalu yang buruk dan lupa meng-imajinasi-kan masa depan yang lebih bagus. Padahal, masa lalu itu sudah tidak bisa diubah. Padahal, masa depan itu masih sebuah “Kesempatan Emas”. Coba olah kembali beberapa hal berikut untuk masa depan anda.

- Coba buat rencana apa yang harus diperbaiki atas hal yang membuat anda depresi

- Reset ulang renca atau tujuan yang anda inginkan, coba kembali menyusun melihat apa yang anda ingin capai, buat kembali tujuan sukses anda

- Buat rencana jangka pendek sebagai bagian jangka panjang sukses anda.

 

Tiga hal di atas perlu dilakukan dengan catatan harus realistis: bisa dilakukan dari mulai hari ini, dengan menggunakan sumber daya yang sudah ada, dan dari lokasi hidup di mana Anda saat ini berada. Hindari membuat program atau target yang “mengkhayal” atau hanya berfantasi atau terlalu tinggi sehingga tidak bisa dilakukan dan tidak bisa diraih.

 

3. Membatasi rasa tidak puas diri

Kembali tentang depresi, depresi dapat terjadi karena tekanan-tekanan hidup, apa yang menyebabkan tekanan, adalah keadaan ketidakpuasan diri terhadap dirinya sendiri.sebenarnya hal ini bisa bermakna positif dan bisa negatif, tergantung bagaimana kita menggunakan. Rasa puas yang bersifat membangun dan mendorong adalah rasa puas yang baik, sangat kita butuhkan, kadang disebut ambisi yang bisa menghasilkan semangat, dan menimbulkan motivasi diri. Jika PHK, Putus percintaan, terus dalam tekanan bos, Kebangkrutan telah membuat Anda menjadi depresi, sebaiknya anda jadikan

Hal tersebut untuk berubah, berinovasi, merubah tujuan,memperbaiki skill, membangun karakter yang lebih positif, dan seterusnya. Ini jauh lebih positif ketimbang kita hanya merasakan depresi, mengasihani diri sendiri dan menyalahkan orang lain.

 

4. Memperbaiki hubungan

Terkadang kita terlarus dalam hal yang rutinitas, kita lupa memperbaiki hubungan Wilayah hubungan yang perlu diperbaiki adalah: a) hubungan dengan diri sendiri: control diri, meditasi, dialog diri, dll, b) hubungan dengan orang lain dan c) hubungan dengan Tuhan (meningkatkan iman). Memperbaiki hubungan dengan diri sendiri akan membuat kita cepat mengontrol atau menarik diri dari keadaan yang tidak menguntungkan kita. Kalau kita sadar bahwa kita sedang depresi dan sadar bahwa kita harus segera mengambil tindakan, tentunya ini akan beda persoalannya.

 

- Memperbaiki hubungan dengan manusia

Relasi dengan manusia membantu usaha yang kita lakukan dalam mengatasi depresi. Kita tetap harus ingat bahwa manusia itu bisa digolongkan menjadi dua: a) ada manusia yang menjadi sumber depresi buat kita, dan b) ada manusia yang menjadi bantuan solusi atas depresi. Yang kita butuhkan (sebanyak-banyaknya) adalah manusia kelompok kedua. Jangan sampai kita menjauhi semua manusia, trauma kepada semua manusia, atau tidak percaya pada semua manusia.

- Memperbaiki hubungan dengan Tuhan

Ada banyak jalan menuju roma, kita bisa memperbaiki hubungan dengan tuhan dengan antara lain: a) meningkatkan iman, b) menjalankan ajaran agama yang kita pilih sampai benar-benar kita merasa dan meyakini ada semacam “kebersamaan”. Kebersamaan di sini bukan kebersamaan yang “halusinasi” (tidak berdasar dan tidak berefek), tetapi kebersamaan yang mendorong kita untuk melakukan hal positif dan menghindari hal negatif. Kebersamaan seperti ini akan memperkuat dan mencerahkan.

 

5. Meningkatkan Toleransi

Terkadang kita tidak bisa mentoleransi setiap kesalahan yang kita buat, kita sering menuntut kesempurnaan (dari orang lain, dari diri sendiri dan dari dunia ini). Kita harus lebih toleransi untuk membanun kesempurnanan, Dengan toleransi kita mengusahakan kesempurnaan secara bertahap, perbaikan berkelanjutan. Tidak toleransi dan selalu ingin sempurna lebih mudah terkena depresi pada saat kita ingin mengatasi depresi, misalnya saja kita tidak mau gagal lagi (kemungkinan untuk gagal itu selalu ada), kita anti toleransi terhadap kelemahan orang lain (semua orang punya kelemahan), dan seterusnya.

 

Jadi solusi di dalam menghadapi depresi itu adalah mampu mengambil keputusan untuk memulai sesuatu kegiatan atau memusatkan perhatian kepada sesuatu yang menarik. Cara mengatasi depresi yang baik adalah dengan cara nenurunkan tingkat kecemasan, atau optimis dalam menghadapi masa yang akan datang. Serta tidak cepat putus asa bila gagal dalam mengerjakan sesuatu, dekatkan diri pada keluarga dan Tuhan. Jangan lupa untuk mencapai sebuah kesuksesan anda membutuhkan kemampuan untuk mengatasi rasa depresi. Jadi dapat mengatasi rasa depresi adalah sebuah langkah awal untuk menggapai sukses.

SATU DOLLAR SEBELAS SEN

November 21, 2008

(dikutip dari milis seorang teman. Trims Jo.)..

(1USD-11C)

Sally baru berumur delapan tahun ketika dia mendengar ibu dan ayahnya sedang berbicara mengenai adik lelakinya, Georgi. Ia sedang menderita sakit yang parah dan mereka telah melakukan apapun yang bisa mereka lakukan untuk menyelamatkan jiwanya. Hanya operasi yang  sangat mahal yang sekarang bisa menyelamatkan jiwa Georgi… tapi mereka tidak punya biaya untuk itu.

Sally mendengar ayahnya berbisik, “Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya sekarang.”

Sally pergi ke tempat tidur dan mengambil celengan dari tempat persembunyiannya. Lalu dikeluarkannya semua isi celengan tersebut ke lantai dan menghitung secara cermat…tiga kali. Nilainya harus benar- benar tepat.

Dengan membawa uang tersebut, Sally menyelinap keluar dan pergi ke toko obat di sudut jalan. Ia menunggu dengan sabar sampai sang apoteker memberi perhatian… tapi dia terlalu sibuk dengan orang lain untuk diganggu oleh seorang anak berusia delapan tahun. Sally berusaha menarik perhatian dengan menggoyang-goyangka n kakinya, tapi gagal.

Akhirnya dia mengambil uang koin dan melemparkannya ke kaca etalase.

Berhasil !

 “Apa yang kamu perlukan ?” tanya apoteker tersebut dengan suara  marah, “Saya sedang  berbicara dengan saudara saya.”

“Tapi, saya ingin berbicara kepadamu mengenai adik saya,” Sally  menjawab dengan nada yang sama. “Dia sakit…dan saya ingin membeli keajaiban.”

“Apa yang kamu katakan ?,” tanya sang apoteker.

“Ayah saya mengatakan hanya keajaiban yang bisa menyelamatkan jiwanya sekarang… jadi berapa harga keajaiban itu ?”

“Kami tidak menjual keajaiban, adik kecil. Saya tidak bisa menolongmu.”

“Dengar, saya mempunyai uang untuk membelinya. Katakan saja berapa harganya.”

Seorang pria berpakaian rapi berhenti dan bertanya, “Keajaiban jenis apa yang dibutuhkan oleh adikmu?”

“Saya tidak tahu,” jawab Sally. Air mata mulai menetes dipipinya.

“Saya hanya tahu dia sakit parah dan mama mengatakan bahwa ia membutuhkan operasi. Tapi kedua orang tua saya tidak mampu membayarnya. .. tapi saya juga mempunyai uang.”

“Berapa uang yang kamu punya ?” tanya pria  itu lagi.

“Satu dollar dan sebelas sen,” jawab Sally dengan bangga, “dan itulah seluruh uang yang saya miliki di dunia ini.”

“Wah, kebetulan sekali,” kata pria itu sambil tersenyum. “Satu dollar dan sebelas sen… harga yang tepat untuk membeli keajaiban yang dapat menolong adikmu”.

Dia Mengambil uang tersebut dan kemudian memegang tangan Sally sambil berkata : “Bawalah saya kepada adikmu.Saya ingin bertemu dengannya dan juga orang tuamu.”

Pria itu adalah Dr. Carlton Armstrong, seorang ahli bedah terkenal…. Operasi dilakukannya tanpa biaya dan membutuhkan waktu yang tidak lama sebelum Georgi dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat.

Kedua orang tuanya sangat bahagia mendapatkan keajaiban tersebut. “Operasi itu,” bisik ibunya, “Adalah seperti keajaiban. Saya tidak dapat membayangkan berapa harganya”.

Sally tersenyum. Dia tahu secara pasti berapa harga keajaiban tersebut…satu dollar dan sebelas sen…

 ************ ********* ********* ********* ********* ********* ******
Jadikan ini sebagai Hadiah Terbaik :

Kepada kawan – Kesetiaan
Kepada musuh – Kemaafan
Kepada ketua – Khidmat
Kepada yang muda – Contoh terbaik
Kepada yang tua – Hargai budi mereka dan kesetiaan.
Kepada pasangan – Cinta dan ketaatan
Kepada manusia – Kebebasan

have a nice day……… ….

SIFAT DAN JENIS SANTET SERTA CARA MENANGANINYA

November 20, 2008

Note :
Istilah-istilah yang saya pakai dibawah ini adalah rekaan sendiri bukan istilah standard, jadi hanya untuk deskripsi saja.

SIFAT DAN JENIS SANTET

Dilihat dari sifatnya santet terbagi menjadi dua

  1. Santet lepas
    Santet yang ditembakkan seperti peluru kearah sasaran/target, dan setelah penembakan, kemudian si pengirim tidak melakukan apa-apa, kecuali hanya mengamati dari jauh.
  2. Santet terpelihara
    Santet seperti ini tidak langsung ditembakkan tetapi diawali dengan pembuatan tali gaib sebagai awal sebuah serangan jarak jauh. Setelah tali gaib terbentuk (titik-awalnya bisa orang/benda), barulah santet sebenarnya dikirim melalui tali gaib tersebut (hmm sebenarnya agak mirip dengan portal proxi). Pada jenis ini biasanya tali gaib juga dimanfaatkan untuk menguatkan dan memelihara kiriman jahat tersebut dari jarak jauh. Santet seperti ini dapat menghasilkan santet yang sangat sulit dipatahkan dan sangat kuat.

Dilihat dari jenisnya santet juga terbagi dua :

  1. Santet susuk
    Yang dimaksud adalah kiriman benda-benda mati (paku, lidi, atau apapun) yang telah diisi dengan kekuatan gaib.
  2.  Santet khodam
    Yang dimaksud adalah kiriman dalam wujud mahluk jin.

Santet yang baru-baru ini saya tangani adalah santet khodam terpelihara. Selain itu, masih ada sifat tambahan yaitu santetnya mengundang mahluk halus disekitarnya sehingga orang yang diserang cenderung kerasukan atau akan menjelma menjadi sarang mahluk halus. Dan bahkan pada pasien yang saya tangani dia sering diajak untuk melompat dari lantai 3 seperti orang mau bunuh diri. Saya tidak cukup waskita (he… he… he… maaf saya pakai istilah utk Buka Mata Bathin) untuk melihat bahwa hal ini disebabkan oleh kekuatan gaib santetnya atau dari tingkah polah jin-nya.

CARA MENANGANI

Ada 3 hal yang saya lakukan :

  1. Ke pasiennya
    Saya meletakkan telapak tangan saya ke CHKR SP, dan menyalurkan energi SKIKH keseluruh tubuh secara penuh dan merata dengan niat membersihkan dari energi negatif dan kuasa, kekuatan, mahluk, dan ilmu negatif. Dalam suatu sesi saya tehnik ini (rata-rata selama 30 menit) sempat menyebabkan keluarnya mahluk halus yang merasuki pasien sampai 10 mahluk (kebetulan ada juga orang lain yang juga niat membantu dan saya biarkan, dia bisa mengeluarkan sampai 6 mahluk, sehingga total yang keluar adalah 16 mahluk). Niatan dan Doa tadi benar-benar terbukti mampu melemahkan kekuatan jahat yang ada.
  2. Ke tali gaibnya
    Saya niatkan menyalurkan energi SKIKH – MTR1,2,3,9 (yang saya pakai adalah energy CHKR 7/ CHKR 14, CHKR 15/CHKR 22, dan energi CHKR 25/CHKR 32; saya memilihnya secara intuitif dan tidak tahu alasannya – meski sebelumnya saya lakukan dg memohon PTJK ke Eyang-Eyang dan Beliau-Beliau), ditambah dengan penyaluran energi kundalini, dengan niat memusnahkan/ memutuskan tali gaib jahat antara penyerang dan yang diserang.
  3. Ke penyerangnya (orang, mahluk, ataupun benda)
    Saya niatkan menyalurkan energi SKIKH MTR1,2,3,9 (yang saya pakai adalah energy CHKR 7/ CHKR 14, CHKR 15/ CHKR 22, dan energi CHKR 25/ CHKR 32; (saya memilihnya secara intuitif dan tidak tahu alasannya – meski sebelumnya saya lakukan dg memohon PTJK ke Eyang-Eyang dan Beliau-Beliau), ditambah dengan penyaluran energi KUN, dengan niat membersihkan dari energi negatif dan kuasa, kekuatan, mahluk, dan ilmu negatif. Pemikirannya sederhana saja, jika yang menyerang melemah, maka serangannya juga akan melemah dan lebih mudah dipatahkan. Ternyata, dengan doa yang tulus kepada Tuhan YME, Guru saya Sejati, Eyang-Eyang, Beliau-Beliau, walaupun posisi dan siapa penyerangnya tidak diketahui, tehnik ini bisa jalan. Kelemahan Teknik ini adalah pelaksana tehnik ini akan diketahui oleh penyerangnya sehingga akan ikut diincar (saya benar-benar telah mengalami serangan berkali-kali, ya… itung-itung latihan dan pengembangan diri). Positifnya, kita tidak menghancurkan penyerang (seperti yang akan dilakukan jika kita menggunakan serangan tenaga dalam, atau serangan fisik lainnya), tetapi dengan ketulusan dan welas asih membersihkannya dari hal-hal buruk dan memberi dia kesempatan untuk berbuat baik.

Note :
Tambahan lainnya, untuk mengunci sang pasien dari serangan lanjutan, saya meng-install dia dengan SKIKH 1, 2 dan 3 secara sekaligus. Selain itu, secara diam-diam saya sempat “mengecek dan memonitor” pasien ini dari jarak jauh. Ternyata hasilnya cukup signifikan.

Dampak Negatif Yang Saya Alami
Sampai 9 hari setelah pembersihan terakhir saya terus-menerus diserang dan disantet, baik oleh mahluk yang saya keluarkan dari tubuh pasien maupun serangan santet jarak jauh (tercatat 4 kali serangan), dan hampir setiap malam selama 9 hari tersebut saya berkelahi dengan mahluk-mahluk tersebut. Untung berkat bantuan, doa, energi dari rekan-rekan serta kemurahan Eyang-Eyang dan Beliau-Beliau saya masih sanggup bertahan dan mengatasinya.

Demikianlah sharing pengalaman saya, mudah-mudahan bermanfaat bagi rekan-rekan yang mengalami kejadian serupa.